Ticker

50/recent/ticker-posts

Ad Code

𝐇𝐚𝐥𝐨 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐥 𝐁𝐥𝐨𝐠𝐠𝐞𝐫 𝐏𝐨𝐭𝐫𝐞𝐭 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚|𝐑𝐞𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐎𝐧𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 (𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐀𝟒𝐃)|𝐌𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐥 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐑𝐏.𝟓𝟎𝟎𝟎|𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐏𝐮𝐥𝐬𝐚|𝐘𝐮𝐤 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐮𝐠𝐚 !!

PRAMONO INGIN BETAWI JADI IDENTITAS UTAMA JAKARTA

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan komitmennya untuk melestarikan dan menjadikan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta. Hal ini disampaikan Pramono saat menghadiri acara “Seribu Wajah Kebaya Betawi” di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/8).


"Memiliki historis yang sangat panjang,"


Pramono menilai, kebawa Betawi merupakan kebaya yang penuh warna dan memiliki daya tarik.


"Maka kita tahu bersama bahwa kebaya Betawi ini memiliki historis yang sangat panjang. Karena kebaya Betawi ini merupakan cerminan dari akulturasi perpaduan kebudayaan dari berbagai budaya yang datang di Jakarta," ujar Pramono.


Ia mengatakan, Kebaya Encim Betawi menjadi salah satu simbol utama kebaya Jakarta. Menurutnya, perpaduan masyarakat lokal Betawi, Tionghoa peranakan, Portugis, dan para pendatang melahirkan Kebaya Encim yang begitu kaya warna dan magis.


Karena itu, ia menekankan agar identitas perempuan Betawi dengan kebaya harus terus dijaga dan dirawat.


"Dan saya bersyukur bahwa Betawi, kebaya ini sejak tahun 2024, tepatnya bulan Desember, sudah menjadi warisan budaya tak benda," katanya.


Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menjadikan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta, sebagaimana amanat dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.


Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta membuka diri dan siap bekerja sama untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan Betawi. Selain itu, ia juga menyampaikan rencana pembentukan Lembaga Adat Masyarakat Betawi.


"Mudah-mudahan ini akan betul-betul bisa diwujudkan dan ini menjadi warna baru bagi Jakarta," ucapnya.


Untuk menonjolkan budaya Betawi, Pramono menyampaikan rencana Pemprov DKI untuk menambahkan berbagai ornamen Betawi di seluruh batas jalan, kemacatan, dan kota. Melalui upaya ini, diharapkan budaya Betawi dapat terus dilestarikan.


Ketua Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemprov DKI Jakarta atas dukungan penuh dan fasilitas yang diberikan. Dengan demikian, acara “Seribu Wajah Kebaya Betawi” dapat terselenggara baik.


Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kedua Kebaya Nasional, HUT ke-498 Kota Jakarta, dan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Nunun juga menjelaskan bahwa kebaya telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 4 Desember 2004.


"Ini adalah mencerminkan kolaborasi dari nilai budaya kebaya wawasan Asia Tenggara," ujarnya.


Perhimpunan kebayaku adalah sebuah komunitas yang memiliki visi dan misi untuk melestarikan dan mengembangkan kebaya. Ia ingin agar kebaya semakin menancapkan jati dirinya sebagai busana nasional Indonesia dan selalu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.


Melalui acara ini, ia ingin menampilkan kebaya Betawi dan peranakan yang tidak hanya sekadar busana, tapi juga merupakan cerminan dari nilai-nilai keberagaman, keanggunaan dan kearifan lokal yang telah mengakar dalam sejarah Jakarta selama berabad-abad.


"Kami ingin menunjukan bahwa identitas lokal seperti kebaya Betawi memiliki peran penting merajut keberagaman budaya nasional," tandas Nunun.


Post a Comment

0 Comments