Ticker

50/recent/ticker-posts

Ad Code

𝐇𝐚𝐥𝐨 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐥 𝐁𝐥𝐨𝐠𝐠𝐞𝐫 𝐏𝐨𝐭𝐫𝐞𝐭 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚|𝐑𝐞𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐎𝐧𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 (𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐀𝟒𝐃)|𝐌𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐥 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐑𝐏.𝟓𝟎𝟎𝟎|𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐏𝐮𝐥𝐬𝐚|𝐘𝐮𝐤 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐮𝐠𝐚 !!

MAHASISWA UBL DIEDUKASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK

Jajaran Civitas Akademika Universitas Budi Luhur (UBL), Kamis (25/9), diedukasi tentang penting keterbukaan informasi publik (KIP) untuk mewujudkan Jakarta yang demokratis.


"Informasi adalah mata uang demokrasi."


Kegiatan hasil kolaborasi dengan Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta ini dikemas dalam bentuk seminar bertema “Peran Akademisi dalam Mengawal Keterbukaan Informasi Publik di Provinsi DKI Jakarta”


Wakil Ketua KI DKI Jakarta, Luqman Hakim Arifin mengatakan, KIP merupakan amanat konstitusi dan salah satu tujuan bernegara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.


"Informasi adalah mata uang demokrasi. Bila akses informasi ditutup, masyarakat akan sulit maju dan demokrasi kehilangan daya kontrol,” ujar Luqman.


Ia juga mengajak civitas akademika UBL untuk terlibat aktif mengawal KIP. Mahasiswa, katanya, bisa menguji keterbukaan badan publik, melakukan riset hingga meneliti peran instansi di Jakarta.


"Kami senang mendapat tambahan amunisi tenaga muda untuk mengawal keterbukaan informasi,” paparnya.


Komisioner KI DKI bidang Edukasi, Sosialisasi, dan Advokasi (ESA), iFerid Nugroho menambahkan, pentingnya membedakan antara informasi umum dan informasi publik.


“Siapapun bisa memberi informasi, tetapi informasi publik adalah informasi yang dikelola, didokumentasikan, dan disimpan oleh badan publik," ucapnya.  


Sementara Deputi Rektor Bidang Akademik Universitas Budi Luhur, Deni Mahdiana mengapresiasi sinergi yang terbangun antara pihaknya dan KI DKI Jakarta.


Menurut Deni, pihaknya selalu menanamkan filosofi cerdas dan berbudi luhur, yakni kreatif, inovatif, serta tetap sopan tanpa menyakiti orang lain.


"Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat bagi mahasiswa untuk berperan aktif mengawal keterbukaan informasi di Jakarta,” tuturnya.


Dekan Fakultas Komunikasi UBL, Rocky Prasetyo Jati menegaskan, seminar ini tidak sekadar agenda akademik, melainkan warisan intelektual bagi mahasiswa baru.


“ini adalah legacy untuk mahasiswa. Tidak hanya mengkritisi, tapi juga menghadirkan solusi demi kemajuan Jakarta,” tandasnya.  


Post a Comment

0 Comments