Ticker

50/recent/ticker-posts

Ad Code

𝐇𝐚𝐥𝐨 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐥 𝐁𝐥𝐨𝐠𝐠𝐞𝐫 𝐏𝐨𝐭𝐫𝐞𝐭 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚|𝐑𝐞𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐎𝐧𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 (𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐀𝟒𝐃)|𝐌𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐥 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐑𝐏.𝟓𝟎𝟎𝟎|𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐏𝐮𝐥𝐬𝐚|𝐘𝐮𝐤 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐮𝐠𝐚 !!

PEMBETUKAN LEMBAGA ADAT BETAWI UNTUK JAGA IDENTITAS KOTA JAKARTA

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira mendukung pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Betawi untuk menjaga identitas kota Jakarta.


"Kami sangat mendukung,"


Pembentukan lembaga ini tengah digodok melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DKI Jakarta.


"Kami sangat mendukung, karena untuk pelestarian dan perlindungan cagar budaya khususnya di Jakarta memang perlu ada lembaga khusus yang menaunginya," ujar Farah, Senin (22/9).


Farah menilai, keberadaan lembaga ini diharapkan tidak hanya membuat pelestarian budaya bertumpu pada Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta, tetapi juga membuka ruang bagi pemangku kepentingan lainnya.


"Yang penting lembaga ini efektif dan bisa memberi peluang bagi stakeholder lain yang fokus pada pelestarian budaya untuk ikut serta," jelasnya.


Ia juga berharap lembaga tersebut dapat mengantarkan budaya Betawi terlibat dalam forum internasional, termasuk ikut serta dalam pertemuan UNESCO.


"Kita butuh stakeholder seperti NGO baik profit maupun non-profit agar bisa masuk di situ. Itu peluang dari Raperda," imbuhnya.


Selain itu, Farah menyambut baik rencana pembentukan Pamong Budaya Betawi yang dikonsep seperti pecalang di Bali, guna memperkuat persatuan sekaligus menjaga ketertiban masyarakat.


"Sejauh ini kami menyetujui, tapi implementasinya harus benar-benar dikawal," tandasnya.


Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan bahwa Raperda Lembaga Masyarakat Adat Betawi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.


Dalam Raperda tersebut, Rano menggagas kehadiran Pamong Budaya yang bertugas meredam potensi kericuhan, termasuk mencegah perusakan fasilitas umum saat aksi unjuk rasa.


"Budaya punya keunggulan, karena mampu menjahit perbedaan apapun menjadi persatuan di Jakarta," ujar pria yang akrab disapa Bang Doel itu.


Post a Comment

0 Comments