Ticker

50/recent/ticker-posts

Ad Code

𝐇𝐚𝐥𝐨 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐥 𝐁𝐥𝐨𝐠𝐠𝐞𝐫 𝐏𝐨𝐭𝐫𝐞𝐭 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚|𝐑𝐞𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐎𝐧𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 (𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐀𝟒𝐃)|𝐌𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐥 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐑𝐏.𝟓𝟎𝟎𝟎|𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐏𝐮𝐥𝐬𝐚|𝐘𝐮𝐤 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐮𝐠𝐚 !!

KERJA SAMA KELOLA SAMPAH UPAYA BERSAMA TANGANI TANTANGAN LINGKUNGAN

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) pengelolaan sampah. 


"fokus kami adalah krisis sampah Jakarta,"

Kerja sama ini difokuskan pada upaya bersama menangani tantangan lingkungan hidup dan masalah sampah organik di Jakarta.


Koordinator Program NU Mendengar, Abdul Aziz menyampaikan, kerja sama ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara umat dan pemerintah. Program NU Mendengar adalah upaya PWNU mendengarkan suara masyarakat untuk merumuskan solusi nyata.


"Tahun 2025, fokus kami adalah krisis sampah Jakarta, terutama sampah organik," ujar Abdul Azis, Sabtu (11/10).


Meskipun Pemprov DKI telah berupaya menangani persoalan sampah, namun baru 13 persen rumah tangga yang memilah sampahnya sesuai aturan yang ada. Sedangkan lebih dari separuh sampah yang masuk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang merupakan sampah rumah tangga, pasar, dan area komersial.


"Padahal kapasitas Bantargebang kini tersisa hanya 10 persen. Artinya, pekerjaan besar masih menanti kita semua," kata Abdul.


Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal perilaku dan kesadaran masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan ulama merupakan kunci dari perubahan.


Melalui pendekatan berbasis komunitas, NU Jakarta telah memulai prototipe pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot di Jakarta Barat. Menurutnya, model ini terbukti efektif dan menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular.


PWNU menargetkan terbentuknya 50 simpul komunitas percontohan hingga akhir 2025, yang akan mengolah rata-rata 25 kilogram sampah organik setiap hari.


"Untuk program ini, kami menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup; Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan, serta Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta," ucapnya.


PWNU juga berencana menjalin kerja sama dengan Perumda Pasar Jaya dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro untuk pengelolaan sampah di area pasar dan area komersil.


Abdul menyebut, gerakan ekonomi sirkular NU Jakarta ini dapat mengurangi timbulan sampah hingga 10 persen per hari dengan anggaran yang jauh lebih efisien.


Post a Comment

0 Comments