Ticker

50/recent/ticker-posts

Ad Code

𝐇𝐚𝐥𝐨 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐥 𝐁𝐥𝐨𝐠𝐠𝐞𝐫 𝐏𝐨𝐭𝐫𝐞𝐭 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚|𝐑𝐞𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐎𝐧𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 (𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐀𝟒𝐃)|𝐌𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐥 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐑𝐏.𝟓𝟎𝟎𝟎|𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐏𝐮𝐥𝐬𝐚|𝐘𝐮𝐤 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐮𝐠𝐚 !!

KUNJUNGI JAKARTA,DELEGASI SINGAPURA PELAJARI TATA KELOLA KOTA

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerima kunjungan Centre for Liveable Cities Singapore di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/10).


"Ini penting bagi Jakarta,"

Dalam acara ini, Pramono menyampaikan rencana dan strategi transformasi Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan dan layak huni.


"Saya menyampaikan penghargaan kepada Centre for Liveable Cities yang telah mengikutsertakan Jakarta dalam kunjungan studi program pemimpin ke-15 dalam tata kelola perkotaan," ujar Pramono.


Pramono menyampaikan, visi misi Jakarta untuk meningkatkan peringkatnya yang saat ini di posisi ke-74 menjadi 50 kota global teratas pada 2030 dan 20 besar di 2045.


Sebagai pusat kota yang berkembang pesat, ia menilai Jakarta dan Singapura memiliki tantangan yang sama dalam memastikan kelayakan huni, keberlanjutan, dan ketahanan kota untuk generasi mendatang.


Pemprov DKI Jakarta, lanjutnya, juga berkomitmen untuk memenuhi target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar sebesar 30 persen pada 2030.


Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemprov DKI melakukan elektrifikasi armada transportasi Transjakarta, mendesain ulang jalan untuk mendorong masyarakat berjalan kaki dan bersepeda, dan mengembangkan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.


Selain itu, Pemprov DKI juga memperbaiki bangunan-bangunan umum untuk meningkatkan efisiensi energi serta memperluas ruang hijau.


"Dengan kemitraan yang kuat dengan LSM internasional dan jaringan global turut mendukung aksi iklim Jakarta, memastikan inklusivitas, ketahanan, serta keselarasan dengan upaya global," jelasnya.


Sementara untuk mengatasi masalah kualitas udara, Pemprov DKI Jakarta melakukan strategi pengendalian polusi udara dengan 68 rencana aksi, termasuk penerapan zona emisi rendah dan platform pemantauan kualitas udara publik.


Dalam acara ini, Gubernur juga menyampaikan upaya Pemprov DKI mengatasi masalah kemacetan di Jakarta. Berdasarkan survei TomTom, peringkat kemacetan di Jakarta mengalami perbaikan dari sebelumnya 20 kota termacet di dunia, kini berada di peringkat ke-90.


Upaya perbaikan kemacetan ini salah satunya dilakukan melalui peningkatan sarana transportasi Jakarta hingga daerah penyangga.


"Perluasan ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas regional dan mempromosikan mobilitas perkotaan yang berkelanjutan," ujarnya.


Selain itu, berdasarkan survei Time Out menempatkan sistem transportasi publik Jakarta di peringkat ke-17 dunia dan nomor dua di ASEAN.


Pramono juga menjelaskan bahwa Jakarta telah membentuk gugus tugas mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta implementasi penetapan harga karbon. Kerangka kerja penetapan harga karbon ini selaras dengan Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) untuk mendukung pembiayaan ekonomi hijau.


Sementara untuk pembangunan sumber daya manusia, Jakarta memberikan bantuan pendidikan melalui program beasiswa berupa Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).


"Ini penting bagi Jakarta untuk menciptakan sumber daya manusia dan modal insan yang lebih unggul dari sebelumnya," katanya.


Pramono menyampaikan, kunjungan delegasi Pemerintah Singapura ini akan memperkuat kerja sama dan memperluas wawasan. Menurutnya, kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama penting untuk menuju kota yang berkelanjutan dan layak huni.


Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati menambahkan, kehadiran delegasi Singapura merupakan kesempatan untuk menyampaikan percepatan pembangunan Jakarta ke dunia luar.


"Ini bagi saya adalah potensi yang sangat luar biasa, bagaimana kita menyampaikan ke dunia luar percepatan-percepatan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta," ujar Eli.


Kepala Biro Kerjasama Daerah (KSD) Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi menambahkan, Jakarta merupakan kota yang terbuka bagi siapapun untuk belajar. Setelah mendapatkan pemaparan dari Gubernur DKI, delegasi Singapura tersebut selanjutnya juga akan mempelajari infrastruktur digital di Jakarta, mengunjungi ruang terbuka hijau yang beroperasi 24 jam, hingga bertemu dengan Kadin DKI Jakarta.


"Jakarta memang selalu terbuka untuk etalase siapa pun, menjadi benchmarking bagi siapa pun, dan sekarang ini menjadi magnet bagi Singapura sendiri untuk datang dan mempelajari Jakarta," tandas Marulina.


Post a Comment

0 Comments