Ticker

50/recent/ticker-posts

Ad Code

𝐇𝐚𝐥𝐨 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐥 𝐁𝐥𝐨𝐠𝐠𝐞𝐫 𝐏𝐨𝐭𝐫𝐞𝐭 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚|𝐑𝐞𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐎𝐧𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 (𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐀𝟒𝐃)|𝐌𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐥 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐑𝐏.𝟓𝟎𝟎𝟎|𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐏𝐮𝐥𝐬𝐚|𝐘𝐮𝐤 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐮𝐠𝐚 !!

PRAMONO : PANCASILA JADI BENTENG HADAPI TANTANGAN BANGSA

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjadi Inspektur Upacara Bendera dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025, yang berlangsung di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/10).


"meneguhkan kembali komitmen bangsa,"


Upacara ini menjadi momentum penting bagi Pemprov DKI Jakarta untuk meneguhkan kembali komitmen bangsa terhadap ideologi Pancasila dan menjaga persatuan kesatuan.


"Pada hari ini, Pemerintah DKI Jakarta, mengadakan acara Hari Peringatan Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober," ujar Pramono, usai upacara.


Pramono menyampaikan acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini sebagai pengingat untuk menjadikan Pancasila sebagai benteng menghadapi berbagai persoalan dan tantangan bangsa ke depan.


"Momentum ini sebagai pengingat untuk meneguhkan kembali komitmen bangsa kita terhadap ideologi dan juga menjaga persatuan kesatuan bangsa, sekaligus sebagai benteng menghadapi berbagai persoalan dan tantangan bangsa ke depan," jelasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Pramono memberikan pesan kepada para pemuda terkait peran mereka dalam menghadapi tantangan zaman. Ia mengakui bahwa setiap generasi pemuda menghadapi tantangan yang berbeda-beda.


"Jadi, setiap pemuda menghadapi tantangan zaman yang berbeda-beda. Sekarang ini tantangannya sangat berbeda," kata Pramono.


Sebagai bangsa yang sedang membangun dan ingin maju, maka para pemuda memiliki peran besar dalam mewujudkan visi Jakarta menjadi menjadi kota global, inklusif, berbudaya, serta meningkatkan peringkat Jakarta di kancah global.


Ia menyampaikan, peran aktif pemuda adalah kunci utama untuk mencapai kemajuan Ibu Kota.


"Tantangan paling utama adalah bagaimana para pemuda itu mempunyai mimpi yang tinggi untuk memajukan bangsa ini, terutama bagi Jakarta, yaitu membuat Jakarta menjadi kota global, inklusif, berbudaya, dan rankingnya selalu naik, tidak lagi 74, mudah-mudahan di bawah 50 dalam waktu dekat ini," tandasnya. 


Post a Comment

0 Comments