Ticker

50/recent/ticker-posts

Ad Code

𝐇𝐚𝐥𝐨 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐥 𝐁𝐥𝐨𝐠𝐠𝐞𝐫 𝐏𝐨𝐭𝐫𝐞𝐭 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚|𝐑𝐞𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐎𝐧𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 (𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐀𝟒𝐃)|𝐌𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐥 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐑𝐏.𝟓𝟎𝟎𝟎|𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐏𝐮𝐥𝐬𝐚|𝐘𝐮𝐤 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐮𝐠𝐚 !!

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Optimalkan Infrastruktur Pengendali Banjir

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya antisipatif dalam rangka mitigasi banjir pada situasi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi.


"Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir,"

Langkah mitigasi risiko banjir yang dilakukan di antaranya melalui optimalisasi infrastruktur pengendali banjir seperti penyiagaan pompa dan pemeliharaan badan air agar dapat berfungsi optimal.


Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum mengatakan, penyiagaan sarana dan prasarana pengendali banjir juga terus dilakukan, seperti penyiagaan pompa, baik pompa stasioner, pompa mobile serta pintu air agar dapat bekerja maksimal saat kondisi sebelum maupun saat penanganan banjir.


Ia menyampaikan, berdasarkan data hingga 15 November 2025, tercatat ada 560 unit pompa stasioner yang tersebar di 191 lokasi. Kemudian terdapat 627 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta.


“Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir atau genangan yang tidak bisa dijangkau pompa stasioner,” ujarnya, Rabu (19/11).


Selain itu, untuk mengoptimalkan fungsi drainase, Dinas SDA telah melakukan pengerukan di infrastruktur pengendali banjir seperti kali atau sungai serta waduk, situ maupun embung.


Berdasarkan data hingga 15 November 2025, volume pengerukan di sungai atau kali dan waduk, situ maupun embung yang dilakukan di lima kota administrasi Jakarta telah mencapai 756.000 meter kubik.


Ika menambahkan, Dinas SDA DKI Jakarta memiliki alat berat guna mendukung kegiatan pengerukan ini dengan rincian 258 unit ekskavator dan 449 unit dump truck.


“Secara bertahap, Dinas SDA juga telah menerapkan Nature-Based Solutions (NBS) dalam pembangunan waduk, situ maupuan embung di Jakarta,” tandasnya.


Adapun pengerukan dilakukan di 1.876 titik dengan rincian sebagai berikut:


• 786 titik di Jakarta Timur.


• 290 titik di Jakarta Barat.


• 546 titik di Jakarta Utara.


• 93 titik di Jakarta Selatan.


• 161 titik di Jakarta Pusat.


Post a Comment

0 Comments