Ticker

50/recent/ticker-posts

Ad Code

𝐇𝐚𝐥𝐨 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐥 𝐁𝐥𝐨𝐠𝐠𝐞𝐫 𝐏𝐨𝐭𝐫𝐞𝐭 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚|𝐑𝐞𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐎𝐧𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 (𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐀𝟒𝐃)|𝐌𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐥 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐑𝐏.𝟓𝟎𝟎𝟎|𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐏𝐮𝐥𝐬𝐚|𝐘𝐮𝐤 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐮𝐠𝐚 !!

KETUA KOMISI D DUKUNG EVALUASI RDF ROROTAN

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mendukung langkah Pemprov DKI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara.


Masyarakat perlu memahami tujuan dibangunnya RDF Rorotan


Evaluasi ini dinilai penting untuk memastikan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut berjalan optimal, tanpa menimbulkan dampak lingkungan bagi warga sekitar.


“Kami menekankan bahwa RDF ini bukan hanya soal teknologi pengolahan sampah, tetapi juga tentang edukasi publik," katanya, usai rapat kerja bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (11/11).


Dia menambahkan, masyarakat perlu memahami tujuan dibangunnya RDF Rorotan, yaitu untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Bantar Gebang sekaligus menjadi solusi pengelolaan sampah di Jakarta.


Menurut Yuke, hasil penelusuran sementara menunjukkan bahwa sumber bau tak sedap yang sempat dikeluhkan warga kemungkinan besar bukan berasal dari proses pengolahan di dalam RDF, melainkan dari armada pengangkut sampah yang masih menggunakan konvektor lama.


“Sebagian kendaraan pengangkut kondisinya belum prima. Saat hujan dan sampah tercampur air, terjadi kebocoran yang menimbulkan bau di sepanjang jalur pengangkutan,” jelasnya.


Ia memastikan bahwa DLH dan pihak RDF Rorotan telah mengambil langkah antisipatif dengan menggandeng tenaga ahli untuk memperkuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) melalui penambahan chemical treatment, serta melakukan penyemprotan deodorisasi di area bunker guna menekan aroma sampah semaksimal mungkin.


Lebih lanjut, Yuke menegaskan pentingnya komunikasi dan transparansi informasi kepada masyarakat. Ia menyebut, hasil pemantauan kualitas udara di sekitar RDF Rorotan sejauh ini masih berada dalam batas aman.


“Informasi seperti ini harus disampaikan secara rutin di tingkat RT/RW agar warga yakin bahwa RDF tidak mencemari udara maupun air tanah. Sosialisasi yang terbuka akan membangun kepercayaan publik,” tegasnya.


Yuke menilai, RDF Rorotan merupakan langkah strategis Pemprov DKI dalam mengurangi ketergantungan terhadap TPST Bantar Gebang sekaligus mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.


“RDF Rorotan ini masih tergolong proyek baru dan percontohan nasional, jadi wajar jika di awal ada beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan,” ujarnya.


Ia menambahkan, RDF Rorotan ditargetkan kembali beroperasi dalam dua pekan ke depan setelah seluruh perbaikan selesai dilakukan.


“Jika semua proses berjalan lancar, Desember RDF sudah bisa beroperasi normal kembali, dan pada Januari 2026 ditargetkan mampu mencapai kapasitas penuh 2.500 ton per hari,” ungkapnya.


Yuke juga berharap, tambahan armada pengangkut baru yang dijadwalkan tiba pada pertengahan Desember dapat mempercepat optimalisasi kinerja RDF Rorotan.


“Jadi, meskipun ada sedikit keterlambatan, harapannya RDF bisa segera berfungsi penuh dan benar-benar membantu mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap TPST Bantar Gebang,” pungkasnya.


Post a Comment

0 Comments