Ticker

50/recent/ticker-posts

Ad Code

𝐇𝐚𝐥𝐨 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐥 𝐁𝐥𝐨𝐠𝐠𝐞𝐫 𝐏𝐨𝐭𝐫𝐞𝐭 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚|𝐑𝐞𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐎𝐧𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 (𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐀𝟒𝐃)|𝐌𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐥 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐑𝐏.𝟓𝟎𝟎𝟎|𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐏𝐮𝐥𝐬𝐚|𝐘𝐮𝐤 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐮𝐠𝐚 !!

Sudinkes Jakbar Imbau Warga Terapkan PHBS Cegah Penularan Superflu

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah penularan influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai superflu, yang saat ini tengah beredar di tengah masyarakat.


"Memakai masker"


Kepala Sudinkes Jakarta Barat, Sahruna mengatakan, secara umum gejala influenza tipe A (H3N2) serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, malaise, sakit kepala, pilek, dan nyeri otot.


"Berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap situasi dan data epidemiologi terkini, virus influenza tipe A (H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan," ujarnya, Senin (5/1).


Sahruna menjelaskan, saat ini Sudinkes Jakarta Barat melalui program surveilans serta ILI-SARI terus memantau fluktuasi kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, dan ILI (Influenza Like Illness atau penyakit serupa influenza) di wilayah Jakarta Barat.


"Berdasarkan pemantauan tersebut, tren kasus belum menunjukkan adanya peningkatan," terangnya.


Ia mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan langkah antisipasi penularan dengan memperkuat upaya promotif dan preventif.


"Upaya itu antara lain dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk yang benar," ungkapnya.


Sahruna juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga asupan nutrisi seimbang, mengonsumsi air putih minimal dua liter per hari, beristirahat cukup, dan berolahraga secara teratur.


Kemufian, apabila mengalami gejala superflu yang tidak membaik, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.


"Masyarakat juga perlu mewaspadai tanda-tanda superflu yang berkembang menjadi pneumonia atau pneumonia berat, seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, serta penurunan saturasi oksigen di bawah 92 persen," bebernya.


Sahruna memastikan, Sudinkes Jakarta Barat terus melakukan promosi dan edukasi kesehatan, termasuk peningkatan kebugaran melalui penerapan PHBS, program cek kesehatan gratis, serta penyuluhan di lingkungan masyarakat guna meningkatkan daya tahan tubuh warga.


"Kami juga melakukan pencatatan penyakit melalui sistem surveilans berbasis daring setiap hari untuk memantau potensi peningkatan kasus ISPA. Hingga saat ini, kami belum menemukan adanya kasus superflu di Jakarta Barat," tandasnya.


Post a Comment

0 Comments