Ticker

50/recent/ticker-posts

Ad Code

𝐇𝐚𝐥𝐨 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐥 𝐁𝐥𝐨𝐠𝐠𝐞𝐫 𝐏𝐨𝐭𝐫𝐞𝐭 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚|𝐑𝐞𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐎𝐧𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 (𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐀𝟒𝐃)|𝐌𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐥 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐑𝐏.𝟓𝟎𝟎𝟎|𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐏𝐮𝐥𝐬𝐚|𝐘𝐮𝐤 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐮𝐠𝐚 !!

TALKSHOW SADAR TERTIB ARSIP DI JAKUT DIIKUTI 80 PESERTA

Suku Dinas (Sudin) Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara menggelar acara Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) tahun 2025 yang dikemas dengan kegiatan talkshow.


"Meneguhkan komitmen kita bersama untuk menjaga arsip"


Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kantor Sudin Pusip Jakarta Utara ini


diikuti 80 peserta terdiri dari mahasiswa dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.


Kepala Sudin Pusip Jakarta Utara, Gunas Mahdianto mengatakan, GNSTA kali ini diisi dengan talkshow bertajuk "Jakarta Connect: 500 Tahun Jejaring Budaya", sekaligus pemberian penghargaan kepada arsiparis.


Menurutnya, arsip dan sejarah bukan sekadar catatan yang beku, melainkan sumber pengetahuan yang hidup. Kegiatan GNSTA bukan hanya gerakan administratif, melainkan gerakan kebudayaan dan pengetahuan.


"Arsip memberi kita kesempatan untuk meninjau ulang identitas, mengkritisi narasi, dan merumuskan masa depan dengan fondasi yang kuat," ujarnya, Kamis (18/9).


Ia menjelaskan, dalam kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten yakni, tokoh sejarawan, Asep Kambali; dan budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra.


"Selama kegiatan kita dapat menafsir ulang perjalanan panjang Jakarta sebagai kota pelabuhan, era kolonial, hingga kota global kontemporer. Kota ini telah menjadi laboratorium pertemuan budaya, ekonomi, dan politik lintas bangsa," terangnya.


Ia berharap, melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda tentang pentingnya arsip sebagai memori kolektif bangsa. Sebab, arsip dan sejarah Jakarta bukan hanya perlu dikenang, namun dipelajari, dipahami, dan diwariskan dengan penuh tanggung jawab.


"Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat yang luas, meneguhkan komitmen kita bersama untuk menjaga arsip. Kita harus merawat sejarah dan memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang berakar pada budaya," ungkapnya.


Tokoh Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra menyampaikan apresiasi kepada Sudin Pusip Jakarta Utara yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.


Ia menegaskan, arsip adalah gudang sejarah, dengan merawat arsip artinya juga melestarikan budaya dan sejarah.


"Kegiatan ini sangat bagus, efektif, dan edukatif bagi generasi muda, khususnya. Selain mendapatkan pemahaman sejarah jakarta, kita juga bisa saling bersilaturahmi," imbuhnya.


Ia menginginkan, melalui kegiatan ini masyarakat khusunya generasi muda sadar akan pentingnya budaya dan sejarah. Terutama, Jakarta yang sebentar lagi akan memasuki usia 500 tahun, ini bukan waktu yang sebentar. Maka masyarakat harus bisa menyimpan (arsip) sejarah ini dengan sebaiknya.


"Saya harap kegiatan seperti ini bisa lebih sering-sering diadakan. Saya berpesan kepada generasi muda untuk lebih sering ke perpustakaan membaca kearsipan sejarah, jangan hanya bermain sosial media," ajaknya.


Sementara itu, salah seorang peserta yang merupakan mahasiswa Universitas Yarsi, Prodi Perpustakaan, Shafa Khairunnisa (20) mengaku senang mengikuti kegiatan ini karena tidak hanya mengetahui tentang kearsipan, namun juga mendapat wawasan tentang sejarah Jakarta.


"Acara hari ini seru bangat. Kita juga ada dialog terkait sejarah Jakarta, hal ini jarang saya dengarkan. Sekarang saya menjadi tahu perjalanan Jakarta, apalagi kini akan menjadi kota global. Saya berharap kota Jakarta semakin maju dan sukses," tandasnya.


Post a Comment

0 Comments