Ticker

50/recent/ticker-posts

Ad Code

𝐇𝐚𝐥𝐨 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐥 𝐁𝐥𝐨𝐠𝐠𝐞𝐫 𝐏𝐨𝐭𝐫𝐞𝐭 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚|𝐑𝐞𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐎𝐧𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 (𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐀𝟒𝐃)|𝐌𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐥 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐑𝐏.𝟓𝟎𝟎𝟎|𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐏𝐮𝐥𝐬𝐚|𝐘𝐮𝐤 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐮𝐠𝐚 !!

WARGA PULAU KELAPA DIEDUKASI DAN DETEKSI DINI TBC

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kepulauan Seribu mengadakan kegiatan Gebyar Tuberkulosis (TBC) sekaligus Skrining TBC dengan menggunakan alat Portable X-Ray di RPTRA Nyiur Melambai, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.


"Mari bersama-sama kita senantiasa menerapkan PHBS"


Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan menyampaikan apresiasi diadakannya Gebyar TBC sebagai upaya deteksi dini TBC, serta mengurangi stigma negatif di masyarakat.


"Alhamdulillah, hari ini kita bisa mengadakan kegiatan Gebyar TBC yang diisi dengan berbagai kegiatan talkshow, pemeriksaan, hingga pengobatan," ujarnya, Kamis (18/9). 


Menurut Fadjar, di Pulau Kelapa pada dasarnya masih relatif aman, bahkan tidak terdengar keluhan batuk berkepanjangan. Akan tetapi, masyarakat harus tetap waspada serta harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam mencegah penularan.


"Inti dari pencegahan adalah menjaga kebersihan. Jangan buang dahak sembarangan, jangan berbagi gelas atau sendok dengan penderita TBC, dan pastikan rumah memiliki pencahayaan serta sanitasi yang baik," terangnya.


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, imbuh Fadjar, berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan skrining TBC ke pulau-pulau lain, termasuk Pulau Sabira pada Oktober mendatang.


"Mari bersama-sama kita senantiasa menerapkan PHBS dan jangan segan mengecek atau memeriksakan kesehatan sedini mungkin," ungkapnya.


Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, Murni Hutapea menambahkan, TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan, namun membutuhkan pengobatan jangka panjang. Untuk itu, masyarakat diajak tidak perlu takut memeriksakan kesehatan sejak dini. 


"Melalui pemeriksaan dan pengobatan, kita bisa melindungi keluarga serta orang-orang yang kita cintai. Skrining yang dilakukan hari ini adalah langkah nyata agar kasus bisa ditemukan lebih dini," ucapnya.


Ia memaparkan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, dari sekitar 30 ribu penduduk Kepulauan Seribu, diduga ada 114 orang penderita TBC. Namun, hingga September 2025, baru 45 kasus yang berhasil ditangani, mayoritas berasal dari Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.


"Saya mengajak kolaborasi lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, kader, dan pengurus RT/RW untuk pencegahan dan penanganan TBC," ucapnya.


Sementara itu, salah seorang warga RW 03, Kelurahan Pulau Kelapa, Nurihadi (49) mengapresiasi pelaksanaan Gebyar TBC karena bisa melakukan deteksi dini penyakit. 


"Kegiatan ini penting dan bermanfaat sekali, apalagi bagi kita nelayan yang tiap malam pergi melaut dan kurang paham dengan kondisi tubuh. Semoga warga Pulau Kelapa sehat semua," tandasnya. 


Post a Comment

0 Comments