Ticker

50/recent/ticker-posts

Ad Code

𝐇𝐚𝐥𝐨 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐥 𝐁𝐥𝐨𝐠𝐠𝐞𝐫 𝐏𝐨𝐭𝐫𝐞𝐭 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚|𝐑𝐞𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐎𝐧𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 (𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐀𝟒𝐃)|𝐌𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐥 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐑𝐏.𝟓𝟎𝟎𝟎|𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐨𝐬𝐢𝐭 𝐏𝐮𝐥𝐬𝐚|𝐘𝐮𝐤 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐮𝐠𝐚 !!

Wakil Direktur RSUD Budhi Asih Ikut Lestarikan Budaya Lewat Menari

Di balik kesibukannya mengemban amanah sebagai Wakil Direktur RSUD Budhi Asih, Nisma Hiddin memiliki sisi lain yang tak banyak diketahui publik. Perempuan yang kesehariannya bergelut dengan manajemen pelayanan kesehatan ini ternyata juga piawai menari. Baginya, seni tari bukan sekadar hobi, tetapi ruang untuk menyalurkan bakat sekaligus bentuk kecintaannya pada warisan budaya bangsa.


"Pelestarian warisan budaya bangsa"


Sejak tahun 2022, Nisma bergabung dengan Komunitas Perempuan Menari (KPM), sebuah wadah seni yang dipimpin Supriady atau akrab disapa Bang Ucuy dan beranggotakan sekitar 200 perempuan dari beragam profesi.


Bersama komunitas inilah, Nisma kerap tampil di panggung, mengikuti berbagai pagelaran seni baik di dalam negeri maupun mancanegara.


"Pagelaran seni budaya yang ditampilkan KPM adalah bagian dari pelestarian warisan budaya bangsa," ujarnya, Senin (24/11).


Keberagaman latar belakang anggota KPM mulai dari dokter, akademisi, seniman, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga profesional lain menjadi nilai tersendiri bagi Nisma.


Ia merasakan kebanggaan setiap kali berkesempatan tampil dalam pergelaran bertajuk Sanskruti yang menjadi wadah ekspresi sekaligus kontribusi nyata bagi pelestarian seni tari nusantara.


Meski jadwal pekerjaan padat, Nisma menegaskan, profesionalisme dan kecintaan pada budaya dapat berjalan beriringan. Keaktifannya di dunia tari bukan hanya bentuk pelestarian seni Indonesia, tetapi juga cara ia mempraktikkan nilai kolaboratif dan harmonis yang selama ini dipegangnya sebagai aparatur negara.


Nisma menjelaskan, keterlibatannya dalam dunia seni menjadikannya contoh bagaimana seorang ASN dapat memberi kontribusi ganda memberikan pelayanan publik yang prima pada sektor kesehatan sekaligus menjaga denyut budaya tetap hidup.


"Setiap gerak tari adalah wujud pengabdian kepada bangsa dalam wajah yang berbeda," terangnya.


Hingga kini, ia masih rutin berlatih bersama anggota KPM di Taman Ismail Marzuki (TIM) dan di gedung perkantoran di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Tari yang digelutinya pun beragam, mencakup hampir seluruh jenis tari nusantara.


Nisma kerap tampil dalam berbagai pertunjukan di Gedung TIM, Gedung Kesenian Jakarta, hingga Galeri Indonesia Kaya. Bahkan, jejak langkah tarinya telah melangkah ke panggung internasional, antara lain di Belanda, Osaka, dan Tokyo.


"Dari panggung ke panggung, saya terus menari membawa budaya Indonesia melintas batas dan menyebarkan pesonanya ke berbagai penjuru dunia," tandasnya.


Post a Comment

0 Comments